Pikir dan Rasa

cogito ergo sum

Archive for the ‘Life’ Category

Ikan teri, angkringan, nutrisi dan kolesterol

leave a comment »

Salah satu “mahkota” angkringan bagi saya adalah nasi dengan lauk ikan teri. Saya menghabiskan beberapa bungkus dalam kondisi normal, apalagi saat lapar :-). Ada beberapa berita mengenai ikan teri yang sampai kepada saya, dan karena saya sangat awam mengenai ilmu kesehatan dan gizi saya pikir perlu untuk mencari beberapa sumber acuan. Saya pikir hal ini penting karena saya yakin, seperti saya banyak orang yang menjadikan angkringan sebagai “sumber” utama untuk input perut setiap hari. Kalau karenanya menjadi tidak sehat atau sakit maka tujuan untuk makan menjadi tidak tercapai. Beberapa sumber saya kutip dari pencarian di Internet;

Photo Credit Jupiterimages/Photos.com/Getty Images

Menurut Wikipedia Indonesia;

Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil anggota keluarga Engraulidae. Nama ini mencakup berbagai ikan dengan warna tubuh perak kehijauan atau kebiruan.

Walaupun anggota Engraulidaei ada yang memiliki panjang maksimum 23 cm, nama ikan teri biasanya diberikan bagi ikan dengan panjang maksimum 5 cm. Moncongnya tumpul dengan gigi yang kecil dan tajam pada kedua-dua rahangnya. Mangsa utama ikan teri ialah plankton.

Menurut Wikipedia berbahasa Inggris (artikel: Anchovy):

Anchovies are a family (Engraulidae) of small, common salt-water forage fish. There are 144 species in 17 genera, found in the Atlantic, Indian, and Pacific Oceans. Anchovies are usually classified as an oily fish.

Menurut Encyclopedia Britannica:

anchovy,  any of numerous schooling saltwater fishes of the family Engraulidae (order Clupeiformes) related to the herring and distinguished by a large mouth, almost always extending behind the eye, and by a pointed snout. Most of the more than 100 species live in shallow tropical or warm temperate seas, where they often enter brackish water around river mouths. A few tropical anchovies inhabit freshwater.

Menurut Seafood Handbook – Anchovy:

Scientific name: Engraulis spp.

Market name: Anchovy

Common names: Anchovy, southern anchovy, northern anchovy, European anchovy, California anchovy, Japanese anchovy, silver anchovy, anchoveta

French: Anchois, German: Sardelle, Italian: Acciuga, Japanese: Katakuchiiwashi, Spanish: Anchoa
Nutrition Facts:

Calories: 131
Fat Calories: 43
Total Fat: 4.8 g
Saturated Fat: 1.3 g
Cholesterol: 60 mg
Sodium: 104 mg
Protein: 20.4 g
Omega 3: 1.5 g

 

Beberapa hal menarik dari Anchovies From A to Z: 26 Things About Anchovies:

Domoic acid
The suicidal death of seagulls which inspired Hitchcock’s The Birds was caused by a toxin called domoic acid; it accumulates in anchovies and is ingested by seagulls: in fact, it can be highly poisonous in large quantities.

Oily fish
The anchovy, together with its colleague the sardine and other varieties like mackerel belong to the group of oily fish that are rich in vitamins A and D, as well as Omega 3 fatty acids.

Menurut artikel di BERITASATU (Konsumsi Ikan Teri Tingkatkan Kecerdasan):

… Akan tetapi, mengonsumsi ikan teri yang diasinkan secara berlebihan justru menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang menderita tekanan darah tinggi.

Untuk menghindari hal tersebut disarankan untuk mengonsumsi ikan teri segar…

Tak hanya itu, ikan teri juga mengandung asam omega 3 esensial yang baik untuk kecerdasan otak dan kinerja jantung.

Semakin banyak mengkonsumsi ikan teri terutama oleh anak-anak, kata Ahmad, maka mereka akan semakin pintar…

Terakhir, kata Ahmad, ikan teri juga mengandung sodium yang tinggi. Di satu sisi, sodium bisa berguna bagi tubuh, namun di sisi lain, sodium bisa berbahaya. Terutama bagi penderita tekanan darah tinggi.

“Kandungan sodium tinggi, sekitar 700 mg. Hati-hati yang tekanan darah tinggi. Saya sarankan bikin teri dengan garam yang tidak asin,” kata Ahmad.

Menurut livestrong.com (How to Increase HDL With Anchovies):

Cholesterol is often negatively associated with clogged arteries, heart disease and other detrimental conditions. However, of the two types of cholesterol — high density lipoprotein, or HDL, and low density lipoprotein, or LDL — increasing your body’s levels of HDL can help prevent clogged arteries. While your body naturally produces cholesterol, you can help keep your levels of good cholesterol high by consuming HDL-rich foods, such as anchovies. …

Introduce one 1-ounce serving of anchovies in your diet every day. Anchovies’ omega-3 fatty acids, monounsaturated and polyunsaturated fats help increase your body’s HDL levels. Mix anchovies in salads, toss them with pastas, include them in sandwiches or snack on them plain. You can find several recipes that incorporate anchovies if you want to base a meal around them.

Dalam artikel Using Food to Lower Your Cholesterol:

Omega-3s: There was a time when heart researchers slapped the same label — “bad” — on every kind of fat. Now, we know that trans fats and certain types of saturated fat are dangerous for cardiovascular health, but omega-3 fats and monounsaturated fats are actually good for your heart. Heart-healthy fish oils are especially rich in omega-3 fatty acids. In multiple studies over the past 15 years, people who ate diets high in omega-3s had 30 to 40 percent reductions in heart disease and fewer cases of sudden death from arrhythmia. Omega-3s seem to reduce inflammation, reduce high blood pressure, decrease triglycerides, help to make blood thinner and less sticky so it is less likely to clot, plus raise HDL cholesterol (that’s the good cholesterol). So omega-3s affect nearly every risk factor for heart disease. I recommend eating at least three servings (four-ounce portions) of one of the omega-3-rich fish every week — fish like wild salmon, sardines, anchovies, and mackerel (not king). If you cannot manage to eat that much fatty fish, incorporate omega-3-fortified eggs and additional plant-based sources like walnuts, soybeans, chia seeds, and ground flax — and consider taking a fish oil supplement.

Dalam Top 5 Delicious Foods That Lower Cholesterol:

Seriously? Yes! Pizza. Pile on the anchovies and garlic and you’ve got yourself a cholesterol-lowering treat. For being such a little fish, the anchovy packs a big punch! Zinc, copper, iron, iodine, and selenium work alongside omega-3 fatty acids to help lower cholesterol. And studies have shown that the liberal use of garlic with its antioxidant powers could help lower your cholesterol by preventing free radicals from oxidizing LDLs.

Menurut artikel 30 Healthy Cholesterol Tips dari Reader’s Digest:

Or try clams, shrimp, or anchovies!

Men’sHealth The Best and Worst Foods for Your Cholesterol:

Good: Anchovy Pizza

The magic of the anchovy pizza comes from its combination of fish and garlic. Fish is loaded with minerals such as zinc, copper, iron, iodine, and selenium that work as cofactors to improve the effectiveness of cholesterol-lowering fish oils. Adding garlic to the mix lowers total cholesterol better than eating those fillets or cloves alone. Any fish/garlic combination will work, but few others will show up at your door in 30 minutes or less.

Dari artikel “Understanding and improving your cholesterol“:

Omega-3 fatty acids
Heart-healthy fish oils are especially rich in omega-3 fatty acids. In multiple studies over the past 15 years, people who ate diets high in omega-3s had 30 to 40 percent reductions in heart disease, and fewer cases of sudden death from arrhythmia. Although we don’t yet know why fish oil works so well, there are several possibilities. Omega-3s seem to reduce inflammation, reduce high blood pressure, decrease triglycerides, help to make blood thinner and less sticky so it is less likely to clot … PLUS raise HDL cholesterol!

So omega-3s affect nearly every risk factor for heart disease.  I recommend eating at least three servings (4-ounce portions) of one of the omega-3-rich fish every week — fish like wild salmon, sardines, anchovies and mackerel (not king). If you cannot manage to eat that much fatty fish, incorporate omega-3-fortified eggs and additional plant-based sources like walnuts, soybeans and ground flaxseed. Also, consider taking fish-oil capsules.

Dari artikel Lemak Jahat (LDL) vs Lemak Baik (HDL):

dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, menjelaskan, “Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida.” …

Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.

LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang “jahat” karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.

Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang “baik” karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.

[silahkan mengunjungi halaman situs aslinya untuk membaca artikel lengkap]

credit: medicastore.com

Demikianlah untuk sementara ini yang saya temukan mengenai ikan teri. Jika ada kesalahan/kekeliruan atau informasi tambahan mohon kebaikan hatinya untuk berbagi lewat komentar. Semoga bermanfaat.

Link tambahan:

+http://www.psmfc.org/habitat/edu_anchovy_fact.html

+http://www.fatsecret.com/calories-nutrition/usda/anchovy

+http://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/ikan-teri…&portionamount=1,000

+http://www.cakrawaladunia.com/kandungan-gizi-dan-manfaat-mengkonsumsi-ikan-teri/

+http://health.yahoo.net/experts/menshealth/4-cholesterol-lowering-comfort-foods

+http://www.buzzle.com/articles/foods-that-lower-ldl.html

+http://www.wikihow.com/Raise-Good-Cholesterol-and-Lower-Bad-Cholesterol

+http://www.ehow.com/about_5375034_food-increase-good-cholesterol.html

+http://www.yusarcahyadi.com/2011/02/makanan-dan-kolesterol.html

+http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/02/si-kecil-yang-kaya-nutrisi.html

+http://female.kompas.com/read/2013/02/01/09502231/Ikan.Teri.Tak.Baik.untuk.Asam.Urat.

+http://www.resepkomplit.com/resep-hidangan-untuk-penderita-kolesterol-tinggi-…l.html

Written by sunupradana

July 2, 2013 at 10:49 am

Sate jaran (daging kuda)

leave a comment »

Sebagai “mahasiswa” nasi kucing seribuan perak perbungkus sudah terasa enak untuk perut yang lapar di siang atau malam hari. Tapi ada kalanya sesekali makan makanan bercita rasa lain itu bagus buat stimulan indera perasa, sekaliagus sebagai merasakan pergantian suasana. Ini tentu saja tidak termasuk nastel (nasi telor) di warung 24/7 …  i.e. warung burjo (bubur kacang ijo) :-).

Kali ini saya mencoba menyantap sate daging kuda, karena tiap lewat ke arah sentra hape kranggan (sebenarnya di jalan Poncowinatan) saya penasaran. Lokasinya lumayan dekat kampus UGM, nrabas  lewat A.M Sangaji. Tersedia sate (ati/daging/campur) dan tongseng dari daging kuda. Sampai saat artikel ini saya tulis seporsi isi 8 tusuk seharga 20 ribu rupiah, nasi bisa nambah lagi. Untuk sesekali, lumayanlah :-).

Untuk saya sate kuda alias sate jaran terasa lebih enak dari sate daging sapi.  Dibandingkan dengan daging sapi atau sate daging ayam, sate daging jaran terasa lebih padat & sedikit agak keras (walaupun masih dalam batas tekstur yang nikmat untuk disantap). Mungkin ini karena menurut banyak pihak daging kuda tak berlemak seperti daging sapi.

Koordinat GPS dan lokasi di jalan Kranggan.

Sate kuda bapak Kuntjoro: (-7° 46′ 53.00″, +110° 21′ 47.00″) atau (-7.781389, 110.363056)

Peta interaktif dengan Google Map ada di bit.ly/wisatajogja sudah diupdate dengan lokasi sate jaran ini.

Links:

+http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_… Itemid=30

+http://agama.kompasiana.com/2010/08/03/daging-kuda-halal-atau-haram-214050.html

+http://www.konsultasisyariah.com/makan-daging-kuda/

+http://www.piss-ktb.com/2012/06/1603-daging-kuda-halal-atau-haram.html

+http://ms.wikipedia.org/wiki/Hukum_Memakan_Daging

++http://improvekertas.blogspot.com/2012/02/daging-kuda.html

++http://www.starjogja.com/index.php/sate-kuda-menu-banyak-manfaat-313058

++http://informasi-budidaya.blogspot.com/daging-kuda-dan-manfaatnya.html

+http://en.wikipedia.org/wiki/Horse_meat

+http://www.examiner.com/article/eating-horse-meat-horrifying-or-healthy

+http://horsetalk.co.nz/2013/03/18/eating-horse-meat-can-lower-cholesterol-study/

+http://www.guardian.co.uk/sustainable-business/horsemeat-better-than-beef-sustainability

+http://science.kqed.org/quest/2011/01/07/how-nutritious-is-horse-the-other-red-meat/

Written by sunupradana

July 1, 2013 at 2:58 pm

Menyingkirkan clutter dari meja kerja untuk sesaat

leave a comment »

Memiliki meja kerja yang lapang di ruangan yang luas, plus peralatan yang lengkap dan tertata rapi adalah keinginan dan impian dari hobbyist, teknisi maupun engineer. Namun seperti yang umum terjadi kemewahan seperti itu hanya impian bagi sebagian orang, termasuk saya. Kenyataan harus dihadapi, bagaimana menata (mengelola) ruang yang terbatas untuk berbagai kegiatan adalah tantangan yang kadang tidak diajarkan di sekolah secara khusus :-).

Penataan yang melibatkan kotak-kotak penyimpanan untuk komponen dan peralatan akan coba dibahas lain kali.

Seringkali meja kerja kita perlu dipakai untuk berbagai kegiatan secara bergiliran, berbagai percobaan, berbagai eksperimen. Karena itu kadang perlu menyingkirkan untuk sementara benda-benda yang berada di atas meja. Ada yang perlu ditempatkan di dalam kotak plastik, semisal instrumen dan komponen yang tidak akan dipergunakan dalam jangka waktu agak lama. Kadang cukup ditempatkan di kotak kardus (seperti bekas kotak rim kertas atau mie) semisal kotak rangkaian, kabel-kabel. Kadang cukup ditaruh sementara di kantong plastik (kresek).

Saya biasanya menggunakan kantong plastik untuk memindah sementara benda-benda dari meja kerja yang terbatas, karena cara ini paling murah. Hanya saja perlu hati-hati, jangan sampai dalam keadaan sibuk/panik kantong plastik itu terbuang karena dikira sampah. Dalam keadaan sibuk atau konsentrasi pada hal lain, gampang sekali untuk lupa. Salah satu siasatnya adalah dengan membedakan antara warna kantong plastik komponen/alat dengan kantong plastik tempat sampah.

Hanya saja karena saya cenderung lupa maka saya mencoba cara lain. Untuk clutter yang jumlahnya tidak banyak, saya memanfaatkan plastik pelindung dokumen untuk tempat penyimpanan sementara. Plastik seperti ini sangat kecil kemungkinanya untuk tidak sengaja terbuang. Paling baik jika bisa tersedia ukuran folio, atau ukuran lain yang masih cukup untuk menyimpan benda-benda yang sementara tak terpakai di atas meja.

Demikianlah, kalau ada ide lain silahkan dibagi :-).

Written by sunupradana

June 29, 2013 at 5:02 pm

Aplikasi smartphone untuk memonitor kesehatan

with one comment

Agak bercanda, konon biasanya orang yang sembuh dari sakit serius itu akan “lebih sehat” dari yang belum pernah sakit serius. Walaupun bercanda ada setidaknya sedikit kebenaran di sana, mirip ungkapan “baru kena batunya”. Orang yang sudah berasakan sakit yang cukup menyiksa/membahayakan biasanya akan lebih memperhatikan kesehatan dirinya, lebih dari sebelumnya. Anda akan ingat apa yang anda miliki saat yang anda miliki itu hilang atau hampir hilang.

Mereka yang menjalani pengobatan untuk disorder seperti ADD/ADHD, bipolar, schizophrenia akan memahami bahwa salah satu resiko dari obat-obatan resep dokter adalah efek samping kecenderungan naiknya berat badan. Berat badan yang naik ini bisa memicu reaksi berantai resiko kesehatan yang bisa mengancam dalam jangka panjang. Urusan berat badan yang naik akibat obat ini tidak saja berlaku pada pasien dengan disorder seperti yang telah disebut tapi juga berlaku bagi obat untuk penyakit lain.

Saat ini sudah cukup banyak dijual alat kesehatan yang mampu memberikan data untuk gula darah (blood glucose), kolesterol (cholesterol) dan asam urat (uric acid). Peralatan semacam ini memungkinkan pengguna untuk tracking sebagian indikator kesehatan tubuh mereka. Alat lain yang lebih banyak dipasarkan adalah alat untuk mengetaui tekanan darah , harganya pun biasanya relatif lebih murah untuk beberapa model.

Sebagaimana hal-hal lain yang menjadi data, smartphone memberikan kesempatan bagi penggunanaya untuk mencatat dan memonitor secara tertib banyak indikator kesehatan. Dengan demikian pengguna bisa lebih mampu memperhatikan kesehatan tubuhnya secara kontinyu.

Berikut adalah beberapa app gratis yang menurut saya cukup bagus:

Read the rest of this entry »

Written by sunupradana

June 27, 2013 at 4:41 pm

Apa saja selain Google Maps?

leave a comment »

Biasanya untuk mencari alamat/lokasi suatu tempat yang sifatnya publik, saya hanya membutuhkan beberapa sarana. Mesin pencari seperti Google.com atau Bing.com bisa menjadi bantuan pertama jika yang dicari masih agak minim informasinya. Tetapi setelah itu lebih sering daripada tidak saya cukup menggunakan Wikimapia.org dan maps.google.com (Google Maps) untuk mengetahui di mana lokasi tempat tersebut. Kadang-kadang Foursquare.com (juga app-nya) dapat menjadi bantuan tambahan walau sering kali koordinatnya agak jauh melenceng (tergantung pengguna). Kalau anda perlu menjelajah lokasi riset yang cukup masuk ke pelosok seperti kawan saya, biasanya Google Maps sudah cukup, sedikit “dosis lebih” bisa jadi akan mengarahkan anda pada Google Earth.

Namun apa saja selain Google Maps yang bisa kita pergunakan sebagai peta digital gratisan? Berikut ada beberapa yang sudah cukup dikenal sekaligus bisa dipakai secara gratis;

+ http://www.bing.com/maps/ Ini peta besutan Microsoft yang masih kalah citra dengan Google.  Tampilannya cukup menarik, bisa dijadikan alternatif.

Aerial mode; Yogyakarta dan Surakarta

Aerial mode

Road mode

 

+ Yahoo Maps (http://maps.yahoo.com) Tak banyak mungkin yang mengenal akrab peta layanan Yahoo ini. Dari segi tampilan jelas mirip peta dari Bing karena sama-sama menggunakan peta besutan Nokia, (CMIIW). Satu yang cukup menarik adalah peta dengan mode hibridnya, jika lokasi di kota, maka tampilannya terlihat lebih menarik.

Yahoo maps, mode:>> map

Mode hybrid

 

+ Nokia Here (http://here.com)

Jarang disebut di luar “jamaah” pengguna Nokia, sebenarnya mereka memiliki sistem peta yang bagus. Terbukti bahkan Yahoo dan Bing (Microsoft) mempergunakannya. Dari situs here.com terdapat pilihan 3D yang mengingatkan kita pada Google Earth, bagusnya saya bisa menggunakannya walaupun web browser Chrome saya berjalan di atas OS GNU/Linux Ubuntu.

Here.com dalam mode 3D

Gunung Merapi, 3D

Mode: Satellite

Mode: Map View

 

+ Flash Earth ( http://www.flashearth.com )

Mungkin ini termasuk situs yang jarang dicoba, tapi bolehlah untuk dijajal sebagai alternatif.

Flash Earth

 

+ Map Compare (http://geshout.com/mapscompare/all.php)

Perbandingan antara empat peta; Google Maps, Google Earth, Bing Maps dan Yahoo Maps.

Maps Compare

 

+ MapQuest (http://en.wikipedia.org/wiki/MapQuest)

MapQuest: Surabaya

 

+ OpenStreetMap (http://www.openstreetmap.org/)

OpenStreetMap

 

Mari manfaatkan teknologi yang tersedia sesuai keperluan kita untuk membantu memudahkan kehidupan. Lebih baik memanfaatkan daripada terus mengeluh menjadi korban dari negara-negara yang telah jauh lebih maju capaian sains dan teknologinya. Mulai dari yang kecil, mulai sekarang.

 

Links:

http://en.wikipedia.org/wiki/Bing_Maps

http://en.wikipedia.org/wiki/Yahoo!_Maps

http://en.wikipedia.org/wiki/Here_(Nokia)

http://www.gislounge.com/satellite-imagery/

http://www.mapsmaniac.com/2011/02/google-maps-and-its-competitors.html

http://www.slashgeo.org/2012/03/14/Cool-Mashup-Google-Maps-Google-Earth-Yahoo-Maps-Bing-Maps

http://en.wikipedia.org/wiki/MapQuest

http://en.wikipedia.org/wiki/OpenStreetMap

http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_web_map_services

Written by sunupradana

June 25, 2013 at 12:35 am

Mempermudah hidup dengan memanfaatkan GPS di telepon genggam, ini caranya

leave a comment »

Mungkin anda pernah merasakan bagaimana tantangan untuk memberi tahu suatu lokasi kepada orang yang belum pernah menelusuri kawasan yang anda beritahukan kepadanya. Sebaliknya mungkin juga anda pernah mengalami kesulitan untuk memahami petunjuk arah yang diberikan orang lain kepada anda. Dengan sains dan teknologi (juga mekanisme ekonomi) kesulitan semacam itu bisa sebagian dikurangi. Cara yang paling umum sekarang adalah dengan memanfaatkan GPS (Global Positioning System).

Lima tahun belakangan ini, konon, penetrasi pasar untuk telepon genggam begitu kuat. Bukan hanya hape (telepon genggam) dengan brand China atau lokal saja tapi juga kelas hape mahal semacam Blackberry dan iPhone. Dengan semakin banyaknya orang yang memiliki smartphone maka seharusnya banyak kegiatan dalam kehidupan yang sudah terbantu, termasuk soal “mencari alamat”. Sayang kan kalau punya smartphone/tablet/phablet mahal tapi hanya buat nelpon dan sms, sementara orang lain ngiler pengen punya :-). Perangkat berteknologi tinggi ini punya potensi jauh lebih besar daipada sekedar hanya dijadikan asesoris penampilan, layaknya baju atau sepatu 😀

Melalui artikel ini saya ingin berbagi cerita sedikit apa yang pernah saya alami tentang hal ihwal mencari alamat / lokasi. Saya menyampaikannya dalam bahasa yang saya pahami yaitu bahasa sederhana, semoga juga menjadi jelas bagi pembaca lainnya. Selalu ada saat pertama untuk segalannya.

 

A. Dengan laptop/notebook/laptop/PC

Mencari alamat/lokasi tidak selalu harus dimulai dengan komputer PC atau laptop dan sejenisnya, tapi saya kadang melakukannya. Alasannya sederhana komputer jenis ini umumnya lebih memiliki kemampuan prosesing dan memori yang lebih besar dari perangkat portabel lainnya, walau tentu tidak selalu. Dengan prosesor, memori, layar yang lebih besar dan koneksi Internet yang lumayan baik saya akan lebih mudah dan cepat untuk memperoleh alamat/lokasi yang saya inginkan.

Skenario paling umum adalah saya tidak memiliki informasi yang spesifik tentang tempat yang saya tuju. Misalnya saya ingin mencari toko-toko olahraga yang mungkin menjual barang yang saya perlukan. Skenario lain lagi misalnya saya hanya mengetahui nama sekolahnya, tapi tidak mengetahui info lainnya.

+Google.com, Bing.com
Keduanya adalah dua mesin pencari paling umum yang diduking oleh dua perusahaan besar, Google dan Microsoft. Mesin pencari seperti ini jarang saya gunakan kecuali informasi tentang tempat yang saya tuju sangat minim.

+Wikimapia.org

Kalau anda pernah menggunakan Google Maps, maka situs Wikimapia akan terasa sangat familiar. Sederhananya, Wikimapia adalah Google Maps dengan tags (dalam jumlah yang massive). Anda bahkan mungkin sekali menemukan tag yang serupa dengan “Rumah Bude Tini” :-). Karena itu jika tempat yang anda cari bisa dikatakan cukup dikenal, maka kemungkinan besar akan ada orang yang sudah men-tag di sana.

Link>> Wikimapia

Di situs Wikimapia kita bisa memilih beberapa overlay peta, semisal dari Google, dari Bing atau dari OpenStreetMap. Secara umum peta yang menggunakan foto satelit akan terasa lebih berat dan lama untuk loading.

Pada contoh ini dengan menggunakan kata kunci Muhammadiyah, saya memperoleh beberapa kemungkinan tempat. Selanjutnya saya menggunakan kantor DPP Muhammadiyah sebagai tempat yang akan dituju.

Keterangan lebih lengkap bisa didapat jika kita mengklik lokasi pada peta. Untuk contoh ini kita bisa memperoleh alamat jalan dan titik koordinat dari kantor DPP Muhammadiyah. Pada overlay peta kita juga bebas memilih (klik) lokasi-lokasi lain yang telah ditandai (biasanya berwarna kuning) untuk mendapatkan informasi mengenai tempat/lokasi itu.

 

Wikimapia bisa diakses di telepon genggam melalui browser (contohnya Dolphin). Jika anda izinkan Wikimapia dengan bantuan GPS akan memberitahukan posisi anda di peta.

 

+Foursquare.com
Tidak ada Yelp, tidak masalah. Lebih sering anda menemukan tempat yang anda cari, semisal warung & restoran vegetarian yang enak melalui Foursquare. Situs yang dilengkapi aplikasi ini (anda bisa mencarinya di Google Play) mengandalkan para mengguna sebagai agen mata-mata. Karena itu akan lebih banyak kemungkinan tempat yang anda cari sudah pernah ditag (ditandai) di situs ini. Link >> Foursquare

Contoh, mencari warung vegeratian di Jogja

+Google Map

Tidak banyak yang bisa diungkapkan lebih lanjut tentang situs ini. Google merevolusi penggunaan peta digital secara massive dan online melalui situs ini. Dengan manggunakan bantuan layer anda akan memperoleh informasi lebih banyak. Tapi paling tidak anda akan dengan mudah menemui lokasi hotel, rumah sakit dan tempat-tempat yang sudah terkenal (diketahui banyak orang selain anda, hehehe).

Link >> Google Maps

Google Maps Labs (silahkan mencari dengan Google untuk info lebih jauh)

 

Jika anda mengaktifkan Google Maps Labs, anda bisa mengaktifkan beberapa fasilitas seperti LatLng Tooltip dan LatLng Marker. Misalnya anda bisa mendapatkan data mengenai koordinat dengan Drop LatLng Marker.

 

Dalam contoh ini saya ingin mengetahui koordinat Tugu Jogja. Sebaliknya, jika kita memperoleh titik koordinat maka untuk mencari lokasi titik itu di peta kita bisa langsung memasukkannya ke search box (kotak masukkan untuk mencari) Google Maps seperti layaknya kita biasa mencari informasi melalui mesin pencari Google .

 

Pada contoh ini saya menggunakan pilihan fasilitas “What’s here?” dan karena saya mengaktifkan LatLng Tooltip pada Maps Labs, saya bisa memperoleh koordinat sebagai tooltip.

 

Klik pada panah hijau akan memberikan koordinat dalam dua format yang bebas dipilih untuk dipergunakan. Dari sini kita bisa memilih untuk menyimpan titik koordinat ini dengan memilih “Save to map”.

 

Jika kita memiliki beberapa peta, kita bisa memilih ke peta yang mana titik koordinat ini akan disimpan.

 

Titik koordinat sudah saya simpan di salah satu peta yang saya buat sebelumnya. Nama lokasi sudah saya ganti dari titik koordinat menjadi Tugu Jogja.

 

Tempat-tempat yang cukup dikenal biasanya sudah ada secara default di Google Maps

 

+Beberapa situs lain seperti http://www.openstreetmap.org/, http://www.trackpacking.com/, http://oust.me/

Sebagai catatan hampir semua situs di atas dapat diakses dari perangkat mobile, hanya saja harus dilengkapi dengan modal sabar 🙂

B. Aplikasi Android

Beberapa aplikasi GPS di Android

+Google Maps
Aplikasi ini sebetulnya memerlukan koneksi ke Internet untuk beroperasi dengan baik dan lancar, terutama jika anda bernavigasi untuk jarak yang jauh. Koneksi ke Intertnet diperlukan karena berbeda dengan app semacam OsmAnd, Google Maps mengunduh peta secara reguler, lagi pula tak semua wilayah bisa disimpan secara offline (silahkan coba). Hanya saja saya menemukan kadang untuk level zoom yang sama sisa peta sebelumnya yang dipergunakan (cached) masih bisa dipakai walau tak terkoneksi ke Internet.

Google Maps dari telepon genggam. Untuk contoh ini masih bisa dipergunakan walaupun tidak terhubung ke Internet. Barangkali karena masih ada data peta yang tersimpat (cached).

Masih bisa berfungsi, untuk contoh ini, walau sudah di-zoom dan tidak terkoneksi ke Internet.

 

+Waze
Ini aplikasi yang perusahaannya cukup membuat heboh setelah dibeli oleh Google. Jadi anda bisa yakin ini aplikasi GPS yang “serius”. Hal yang menarik dari Waze adalah karena filosofi Waze berbasis pada input dari komunitas penggunanya. Misalnya pengguna bisa melaporkan (memberi tanda pada peta) adanya kemacetan atau lakalantas. Hal paling sederhana yang saya sukai dari Waze adalah karena walapun handset dalam keadaan standby (layar gelap) tampaknya Waze tetap memelihara GPS locking sehingga posisi saat terakhir akan langsung diketahui. Berbeda dengan OsmAnd misalnya, yang perlu beberapa detik untuk kembali mengunci posisi terakhir jika handset sempat berada dalam keadaan standby.

Download dari Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.waze

Screenshot lokasi saya (real-time).

Aplikasi GPS Waze memungkinkan kita saling berbagi mengenai segala hal yang berkaitan dengan navigasi dan berkendara di jalan.

Ini contoh bagaimana saya bisa mengetahui bahwa seorang pengguna melaporkan adanya kemacetan lalu lintas yang berjarak sekitar 4.7 Km dari tempat saya saat itu berada.

Waze bisa digunakan secara offline (tanpa terkoneksi Internet), tetapi jika kita online kita bisa melaporkan berbagai hal mengenai navigasi, kondisi jalan dan peta.

Walau secara penuh bisa kita pergunakan dalam kondisi offline, kita perlu terhubung ke Internet (lewat 3G/GPRS/WiFi) jika ingin melaporkan sesuatu.

POI. Mencari berbagai tempat yang umum dan penting tidak lagi sulit 🙂

Kita bisa menandai dan menyimpan banyak lokasi sebagai favorites.

 

+OsmAnd
Aplikasi OsmAnd berbasis pada peta offline dari OpenStreetMap. Aplikasi OsmAnd adalah aplikasi yang paling gampang untuk mengetahui titik koordinat secara manual, terutama bia dibandingkan dengan aplikasi Waze. Untuk lebih lanjut tentang OsmAnd saya telah mencoba membuat artikel di sini: https://pikirsa.wordpress.com/2013/06/23/menggunakan-gps-dengan-osmand/

Tampilan muka

Untuk download app dari Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=net.osmand

C. Lain-lain

Salah satu permasalahan dengan GPS adalah soal akurasinya. Kalau sedang beruntung dengan peralatan dan cuaca yang baik saya bisa mendapatkan akurasi sekitar 5~3 meter walaupun dengan telepon genggam yang relatif murah, kelas pemula. Tetapi sering juga akurasi hanya bisa antara 30 meter sampai 20 meter. Terutama jika menggunakan hape brand lokal yang segmen relatif murah meriah. Karena itu sebagai antisipasi, jika anda menerima koordinat dari orang lain ada baiknya meminta sedikit info tambahan. Misalnya nama gang, warna cat pagar atau tembok, dst.

Sesekali kita mungkin perlu melakukan konversi dari satu format koordinat ke format yang lain. Untuk mudahnya kita bisa memanfaatkan situs-situs yang bisa membantu kita melakukan  konversi secara online. Misalnya:

http://transition.fcc.gov/mb/audio/bickel/DDDMMSS-decimal.html

http://boulter.com/gps/

http://www.earthpoint.us/Convert.aspx

Demikianlah, sekarang ini dengan peralatan telepon genggam yang memadai kita bisa mengirim/menerima koordinat seperti layaknya kita bisa (biasa) mengirim kontak (nomor telepon seseorang) kepada orang/hape lain. Jadi alih-alih memberikan keterangan panjang lebar mengenai suatu tempat yang hendak dituju, kita bisa memberikan koordinat dan sedikit tambahan keterangan secukupnya. Koordinat bisa dikirim lewat sms atau email, dan jika yang mengirim dan yang menerima sama-sama memiliki aplikasi Waze/OsmAnd di peralatannya maka prosesnya akan lebih cepat. Penerima bisa langsung membuka link koordinat dengan aplikasi tersebut.

Tidak lagi ada alasan untuk tidak bisa memanfaatkan fasilitas GPS jika kita memang memilikinya di perangkat kita.  Teknologi itu satu hal, tapi kemauan untuk memperlajari bagaimana memanfaatkan teknologi itu satu hal yang lain. Memanfaatkan tentu perlu disesuaikan dengan keperluan kita.

Selamat bertukar koordinat, selamat menjelajah dan jangan lupa saling berbagi! 🙂

 

 

Links:

https://en.wikipedia.org/wiki/Global_Positioning_System

https://en.wikipedia.org/wiki/Satellite_navigation

https://en.wikipedia.org/wiki/Point_of_interest

http://www.waze.com/

http://osmand.net/

http://wiki.openstreetmap.org/wiki/OsmAnd

http://alternativeto.net/software/osmand/?platform=iphone

48% Pengguna Indonesia Buka Internet Lewat Ponsel

Cross Mobile Penetrasi Pasar Ponsel di KTI

Pabrik Foxconn Semakin Dekat

BlackBerry Z10 Dibanderol Rp 6,999 Juta

Penjualan Blackberry Z10 capai satu juta unit

Tantangan Berat Industri Seluler (di) Indonesia

Written by sunupradana

June 24, 2013 at 9:14 am

Hagar the Horrible, 20120907 [comics]

leave a comment »

image

Written by sunupradana

September 10, 2012 at 7:10 pm