Pikir dan Rasa

cogito ergo sum

Kisah DMM KW06-796 troubleshooting dan review pendahuluan

with 2 comments

Log kali ini adalah cerita tentang pengalaman saya dengan multimeter alias DMM (Digital Multimeter) Krisbow KW06-796. Hitung-hitung mengawali mutimeter review yang sekilas pintas. Awalnya saya pernah melihat multimeter digital ini di Ace Hardware di mall SCP Samarinda. Yang membuat saya tertarik untuk saat itu adalah tulisan TRMS, yang saya duga adalah kepanjangan dari True RMS. Menarik karena sejak lama saya ingin memiliki sendiri secara pribadi sebuah DMM yang memiliki kemampuan True RMS. Tapi pada saat itu pertimbangan saya, kalau keunggulannya “hanya” karena TRMS maka biaya yang harus dikeluarkan untuk membelinya unjustifiable.

Belakangan saya melihatnya lagi, kali ini di Ace Hardware mall Robinson Samarinda. Saya memperhatikannya dengan lebih baik, entah kenapa. Pulang dari sana saya seperti biasa, browsing Internet jika ingin membeli barang elektronik. Saya menemukan beberapa informasi yang menarik dari beberapa situs dan dokumen. Dari situs Krisbow sendiri saya menemukan beberapa fitur menarik, terutama fasilitas data logger. Dokumen PDF dari Krisbow sendiri menyebut DMM KW0600796 ini sebagai “Digital multimeter Data Logger”. Selain itu konon DMM ini mampu mengukur arus dengan resolusi 0.1 μA pada rentang 600.0 μA.

Sebenarnya walaupun tertarik saya segan untuk menambah lagi alat ukur dari Krisbow. Saya pikir saya lebih baik menabung lebih banyak untuk menunggu siapa tahu ada meter keluaran Fluke yang sesuai yang dijual di toko online seperti Tokopedia. Tapi kemudian saya menemukan informasi ada DMM yang bentuknya mirip sekali dengan DMM Krisbow ini. Namanya EM6000 dan diproduksi oleh All-Sun (Eastern Technology Group). Awalnya tetap saja saya belum begitu tertarik, mengingat keraguan saya akan kemampuan alat ukur seperti ini.

image credit: www.all-sun.com

image credit: www.all-sun.com

image credit: www.all-sun.com

image credit: www.all-sun.com

Baiklah, saya berminat untuk membaca lebih lanjut. Ternyata di luar Indonesia, DMM ini telah diberi merk ulang juga, setidaknya untuk varian terdahulunya. Misalnya “Precision Gold N56FU”, yang memiliki fitur yang hampir identik dengan perbedaan adanya fasilitas pengukuran hFE (bukan hanya Hz/Duty pada varian EM6000 yang di-rebrand menjadi KW0600796). Beberapa keterangan lebih lanjut mengenai alat ini dapat dibaca dari posting pengguna bernama rolycat di EEVBLOG. DMM ini termasuk kelompok 6000-count, akan cukup bagus untuk penggunaan saya pribadi. Prosesor yang dipakai adalah Fortune Semiconductor FS9922-DMM4, konverter True RMS yang dipakai adalah AD737, op-amp yang dipakai adalah TI TLC2252 rail-to-rail op-amp, untuk komunikasi data DMM ini menggunakan Silicon Labs CP210x USB to UART bridge driver dengan photodiode sebagai komponen transfer data optik, demikian menurut rolycat. Lebar pita (bandwidth) untuk pengukuran AC True RMS adalah pada rentang frekuensi 40Hz~400Hz. Ini menarik juga, sekalian nanti jika sudah sempat dapat dijadikan bahan untuk berbagi mengenai pembacaan gelombang AC untuk mendapatkan nilai RMS dengan menggunakan IC “True RMS-to-DC Converter”.

Berikut beberapa foto yang diunggah rolycat di EEVBLOG menggunakan situs Imgur yang banned di Indonesia.

image credit: rolycat, eevblog.com

image credit: rolycat, eevblog.com

image credit: rolycat, eevblog.com

Komunikasi data dengan isolasi optik
image credit: rolycat, eevblog.com

Ok, baiklah cukup menarik untuk saya. Sekalipun ada beberapa laporan bahwa IC prosesor utama yang sama yang dipergunakan di produk DMM oleh produsen lain bisa mendadak mati. Misalnya dalam review yang dilakukan oleh mjlorton:

Realistis saja dengan harga dan ketersediaan lokal maka kalaupun ini risiko, ini risiko yang layak cukup layak diambil. Singkat kata, jadilah saya membeli multimeter digital ini. Berdasarkan pengalaman dan karena toko penjual meter ini bukanlah toko yang khusus/sekaligus menjual komponen elektronika, maka saya membawa persediaan komponen untuk menguji dari rumah. Seperti biasa, minimal saya membawa resistor lalu cell (baterai) 9 volt dan 1,5 volt, tidak ketinggalan diode penyearah. Jika DMM yang hendak diuji singkat memiliki fasilitas pemeriksaan kapasitor seperti ini, saya juga membawa elco dari rumah. Di toko saya periksa semua fasilitias pengukuran satu persatu. Hasilnya cukup memuaskan, untuk pengukuran AC saya hanya bisa mengambil nilai tegangan dari outlet yang tersedia. Untuk pengukuran, yang tidak saya uji hanyalah pengukuran frekuensi dan duty cycle.

Begitu pun untuk fasilitas data logger, tidak saya coba karena asumsinya semuanya akan lancar saja. Lagi pula saya menduga kalau harus menginstall software di toko lalu mencobanya akan memakan waktu yang relatif lama. Sungguh asumsi yang berbahaya dan saya terbukti salah.


Sebelum kabel USB dipasang


Setelah kabel USB menghubungkan laptop dengan DMM

Di rumah saya menginstall driver seperti pada petunjuknya dan berhasil. Saya kemudian melakukan instalasi software data logger. Berhasil dan dapat ditampilkan dengan baik. Masalahnya adalah setiap kali saya mencoba meng-klik connect untuk menghubungkan antara software dengan DMM maka akan ada pesan kesalahan. Biasanya “error opening serial port”. Bingung juga, padahal driver sudah berfungsi dengan baik. Awalnya secara otomatis pengubah serial-USB diberi posisi otomatis pada COM14. Karena tidak berhasil maka saya coba pindah secara manual ke COM20, tetap juga gagal. Posisi COM14 adalah posisi paling rendah yang masih tersedia di laptop “sepuh” ThinkPad T43 dengan Microsoft Windows XP ori milik saya ini. Tadinya sempat menduga juga apakah karena XP SP3 yang jadul yang menjadi penyebabnya. Tetapi menurut petunjuk dan penamaan software seharusnya tidak masalah bahkan sampai ke Win98SE.

Untuk mempersingkat waktu mengoprek saya bawa kembali ke Ace Hardware di mall Robinson. Tujuannya untuk eksekusi dua alternatif, pertama pinjam laptop atau komputer di sana untuk menguji, siapa tahu sistem laptop saya bermasalah. Kemungkinan kedua adalah menguji degnan peralatan DMM tipe sama yang masih ada di sana. Alternatif pertama gagal karena menurut para tenaga penjual tidak ada laptop di sana dan komputer yang ada tidak boleh dipakai untuk menguji. Masih masuk akal juga. Jadilah alternatif kedua yang berjalan, itu pun sebenarnya didahulukan sebagai pilihan pertama oleh salah seorang pegawai di sana. Kasusnya sama, DMM baru di sana juga tidak mau mentransfer data ke laptop saya sekalipun driver-nya tidak menunjukkan kelainan.

Ini jelas meresahkan saya karena memang dari saat pertama saya membeli saya sudah diberi tahu bahwa garansinya hanya berlaku selama 14 hari, garansi toko. Selepas itu saya harus membawanya sendiri ke pusat perbaikan Kawan Lama Sejahtera di Alaya. Saat datang yang kedua ini saya malah diminta untuk langsung datang ke service center di Alaya. Argumentasinya sebenarnya masuk akal, diharapkan saya saja yang belum benar mengoperasikan alat ini🙂. Yang membuat saya kecewa sebenarnya ketika saya tanya no kontak dari service center itu, para pegawai di Ace Hardware mengaku tidak memiliki nomornya. Padahal kan masih satu grup perusahaan dan lagi pula diakui bahwa alat-alat instrumen itu disuplai oleh kantor yang di Alaya itu. Untungnya saya masih ditunjukkan lokasi yang jelas dari kantor tersebut. Saya buka Google Map, dan benar saja perkiraan saya salah lagi. Karena “kurang piknik” saya sempat tidak ngeh ketika beberapa kali disebutkan “Di depan Giant.” Saya pikir malah di bawah bukitnya, di dekat Jalan Sentosa, ternyata masuk ke jalan Alaya sampai di jalanan yang menurun. Di situ jelas terlihat pusat perbelanjaan Giant. Bagi yang perlu alamatnya ini saya tampilkan, semoga manajemen Kawan Lama Sejahtera Samarinda juga tanggap, silahkan bagi-bagi kartunya untuk ditempel di etalase kaca di gerai-gerai Ace Hardware.

Karena mendekati jam lima sore saya disarankan untuk besok saja ke kantor KLS ini. Tapi sore itu sekalian jalan-jalan mencari lokasinya saya putuskan saja untuk mencoba ke kantor itu. Sampai di sana saya diterima oleh dua CS yang cukup responsif, ramah dan sopan. Saya dihubungkan ke teknisi yang katanya berposisi di Balikpapan. Saya jelaskan permasalahannya dari awal. Penjelasan mas teknisi ini sama dengan penjelasan pegawai di Ace Hardware tadi. Untuk beberapa barang, termasuk untuk DMM yang saya beli, tidak semua mereka menguasai. Singkatnya adalah urusan Jakarta. Mas teknisi ini menjawab dan mencoba menjelaskan dengan sangat sopan dan mencoba untuk helpful. Ini catatan bagi manajemen Kawan Lama Sejahtera pusat, kalau kebetulan membaca tulisan saya ini. Kasihan teknisi di lapis bawah kalau tidak dibekali cukup. Di dunia online seperti sekarang ini, review produk bisa menjadi pembantu atau malah jadi penghambat penjualan suatu barang. Pelayanan konsumen itu utama. Saya tinggal data diri dan saya pun minta data kontak dari mas teknisi yang namanya sengaja tidak saya tulis tersebut.

Sampai di rumah lagi, saya agak putus asa. Saya coba hubungi perusahaan pusat melalui form kontak di situs Krisbow, siapa tahu ada respon awal. Siapa tahu responnya cepat seperti respon Tri atau bahkan Speedy,🙂. Ternyata sampai saya tulis log ini, belum ada tanggapan awal. Kalau sama CS Speedy (Telkom Indnesia) sekarang, ibarat kata baru dicolek dikit sudah mlumpat. Cukup di-twit di Twitter, langsung follback dan bisa DM-an.

Secara teknis saya melihat bahwa driver sudah terpasang dengan benar. Hanya komunikasi data bermasalah dari software EM6000 Communication Program V1.72 ke DMM. Untuk itu saya mecoba melihat ada atau tidak data yang sebenarnya terkirim dari DMM. Untuk itu saya mencoba troubleshooting menggunakan RealTerm. Dari port 14 dan 20 saya bisa melihat data dump, seperti pada gambar (maaf ini screencapture-nya pada kondisi port 9).


Ini contoh berhasil pada port 9, pada kondisi awal di port 14 juga sama.


Ini contoh berhasil pada port 9, pada kondisi awal di port 14 juga sama.


Ini contoh berhasil pada port 9, pada kondisi awal di port 14 juga sama.

Kesimpulan sementaranya bahwa ada data terkirim tetapi software EM6000 tidak menerima dengan baik sehingga tidak terbaca sama sekali dan menghasilkan kondisi error. Saya sebenarnya sudah hampir menyerah, di beberapa forum, belakangan saya baca lebih teliti ternyata ada beberapa orang yang mengalami permasalahan yang sama. Sampai terakhir belum ada solusinya, padahal untuk kasus saya tombol USB-nya sudah saya tekan-tahan dengan benar sampai indikator tulisan USB mincul.

Saya iseng melakukan uninstall beberapa device, termasuk internal modem 56k di laptop T43 ini. Hasilnya ternyata COM9 jadi menganggur, kosing dan bisa dipergunakan. Nah ini ternyata solusinya. Setelah menggunakan COM9 yang sekarang kosong, software EM6000 berfungsi.


Driver pengalih serial-USB sekarang beroperasi pada port COM9


Rupanya aplikasi alias software EM6000 Communication Program V1.72 tidak mau beroperasi dengan COM14 atau yang lebih besar sekalipun port itu kosong. Ini bisa menjadi masalah bagi pengguna seperti saya yang port di bawah masih terpakai untuk peralatan yang lain. Mungkin ada penjelasan yang lebih teknis tentang akses port ini, tapi sampai sekarang inilah yang masih secara sederhana saya pahami. Bebaskan port di bawah, dalam kasus saya port 9 cukup untuk memfungsikan data logger ini.


Juga jangan lupa untuk mengaktifkan komunikasi data pada DMM dengan tekan-tahan tombol USB

Lumayan lah data logger seperti ini bisa dijadikan pembanding untuk data logger buatan sendiri nantinya

Data logger untuk suhu

Lumayan lega, intinya walaupun driver serial-USB tidak bermasalah dengan penempatan com port secara otomatis, tetapi software logger bermasalah dan tidak mau bekerja. Untuk sistem saya COM9 terbukti berfungsi dengan baik. Jika ada peralatan yang sudah terlebih dahulu menggunakannya, terpaksa harus dikalahkan.

Permashalan pokok sudah selesai, tinggal satu bug lagi yang cukup mengganggu. Awalnya setelah selesai mencoba logging untuk satu pengukuran saya mencoba untuk membuat yang baru dengan menggunakan tombol new, hasilny keluar pesan error dan software hang. Tadinya saya kita ini masalah disconnect dan hubungan elektrikal lewat kabel. Samapai saya mencoba untuk membuat new bahkan untuk saat awal pengukran. Hasilnya sama, error juga. Jadi kesimpulan saya sampai saat ini, untuk tiap pengukuran baru maka software perlu benar-benar ditutup terlebih dahulu. Kalau hanya menggunakan tombol new maka akan timbul error.

Demikian sekilas cerita troubleshooting ini. Lain waktu akan coba saya bandingkan dengna DMM yang ada. Maklum saya tidak punya akses ke calibrator yang dapat di-traced sampai ke acuan primer. Saya punya Sanwa CD771 dan CD800a, di kantor ada beberapa Fluke 179 dan Sanwa CD772, kedua tipe ini True RMS. Rencananya akan saya bandingkan dengan menggunakan sumber tegangan variabel DC, lalu variabel AC lalu pada sistem TRIAC. Semoga cukup waktunya.

Referensi:

Written by sunupradana

August 25, 2015 at 11:55 pm

Posted in Electronics

Tagged with ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. thanks bro ulasannya.

    Ferriyono

    August 26, 2015 at 5:15 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: