Pikir dan Rasa

cogito ergo sum

Karena kapasitansi lebih mudah untuk diukur :-)

leave a comment »

Selain resistor, sekarang ini komponen yang paling banyak bisa diperoleh bebas di pasaran adalah kapasitor. Beberapa jenis kapasitor dan banyak nilai kapasitansi bisa dibeli di banyak toko elektronika (toko penjual komponen elektronik). Sementara untuk induktor (coil), berdasarkan sekelumit pengalaman dan pengetahuan saya, relatif jarang dijual di banyak toko elektronika. Tentu saja maksud saya adalah induktor kumparan tidak termasuk transformer (trafo / transformator).

Selain mudah untuk dibeli (diperoleh) , termasuk secara online di Internet,  kapasitor juga mudah untuk diukur dan diketahui nilai kapasitansinya. Sekarang ini mulai cukup banyak DMM (digital multimeter) yang dijual di pasaran yang memiliki kemampuan untuk mengetahui nilai kapasitansi dari kapasitor untuk rentang tertentu.

Misalnya DMM Sanwa CD800a dan Sanwa CD771 sudah memiliki pengukur kapasitansi. Bahkan DMM yang tergolong lebih “murah-meriah” seperti multimeter yang diberi merk SENIT pun sudah memiliki fasilitas untuk mengukur nilai kapasitor.

Pengukuran dengan DMM di atas dapat dibandingkan dengan dengan pengukuran dengan LCR dan Capacitance Meter pada gambar-gambar di bawah ini. Semua pengukuran dilakukan pada satu kapasitor yang sama, dengan tanda 1 nF.

Dalam artikel ini dapat dilihat bahwa dengan teknologi yang  semakin murah dan tersedia luas sekarang ini pengukuran kapasitor menjadi mudah. Saya bisa mengatakan bahwa pengukurannya jauh lebih mudah daripada mengukur nilai sebuah induktor. Rentang pengukuran untuk kapasitor lumayan luas, sehingga resolusinya menjadi lebih baik.

Kapasitor dan induktor terhubung dalam perhitungan reaktansi (dan karenanya impedansi). Kapasitor dan induktor juga dapat dihubungkan secara parallel/seri menjadi rangkaian LC ataupun RLC. Dengan memperhatikan fenomena resonansi, kita bisa mencari nilai L (induktor). Dengan bantuan osiloskop nilai frekuensi resonansi bisa dicari, dan karenanya nilai L bisa dihitung. Menetapkan komponen C (kapasitor) sebagai pembanding untuk mencari nilai L (induktor) jauh lebih praktis daripada pengaturan sebaliknya. Lebih gampang mendapatkan nilai C dengan akurasi dan resolusi yang baik daripada mencari nilai L dengan peralatan yang banyak tersedia di pasaran. Terutama untuk nilai L yang relatif kecil, misalnya 200 μH, 100 μH, 10 μH atau yang lebih kecil. Pencarian nilai L pada step-down transformer  untuk sistem elektronika jauh lebih mudah (dan lebih tepat dengan peralatan yang ada) karena nilai induktansi yang lebih besar (sesuai dengan range alat ukur).

Links:

+http://en.wikipedia.org/wiki/Capacitor

+http://www.howstuffworks.com/capacitor.htm

+http://www.technologystudent.com/elec1/capac1.htm

+http://en.wikipedia.org/wiki/Inductor

+http://electronics.howstuffworks.com/inductor.htm

+http://www.tdk.co.jp/tefe02/coil.htm

+http://www.coilcraft.com/

+http://www.murata.com/products/inductor/

+Jameco: inductor

+DigiKey: inductor

+Delta electronic:inductor

+http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_impedance

+http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_reactance

+http://en.wikipedia.org/wiki/Resonance

+http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_resonance

+https://en.wikipedia.org/wiki/LC_circuit

+http://www.electronics-tutorials.ws/accircuits/parallel-resonance.html

+http://www.allaboutcircuits.com/vol_2/chpt_6/2.html

Written by sunupradana

June 29, 2013 at 10:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: