Pikir dan Rasa

cogito ergo sum

Archive for June 29th, 2013

Karena kapasitansi lebih mudah untuk diukur :-)

leave a comment »

Selain resistor, sekarang ini komponen yang paling banyak bisa diperoleh bebas di pasaran adalah kapasitor. Beberapa jenis kapasitor dan banyak nilai kapasitansi bisa dibeli di banyak toko elektronika (toko penjual komponen elektronik). Sementara untuk induktor (coil), berdasarkan sekelumit pengalaman dan pengetahuan saya, relatif jarang dijual di banyak toko elektronika. Tentu saja maksud saya adalah induktor kumparan tidak termasuk transformer (trafo / transformator).

Selain mudah untuk dibeli (diperoleh) , termasuk secara online di Internet,  kapasitor juga mudah untuk diukur dan diketahui nilai kapasitansinya. Sekarang ini mulai cukup banyak DMM (digital multimeter) yang dijual di pasaran yang memiliki kemampuan untuk mengetahui nilai kapasitansi dari kapasitor untuk rentang tertentu.

Misalnya DMM Sanwa CD800a dan Sanwa CD771 sudah memiliki pengukur kapasitansi. Bahkan DMM yang tergolong lebih “murah-meriah” seperti multimeter yang diberi merk SENIT pun sudah memiliki fasilitas untuk mengukur nilai kapasitor.

Pengukuran dengan DMM di atas dapat dibandingkan dengan dengan pengukuran dengan LCR dan Capacitance Meter pada gambar-gambar di bawah ini. Semua pengukuran dilakukan pada satu kapasitor yang sama, dengan tanda 1 nF.

Dalam artikel ini dapat dilihat bahwa dengan teknologi yang  semakin murah dan tersedia luas sekarang ini pengukuran kapasitor menjadi mudah. Saya bisa mengatakan bahwa pengukurannya jauh lebih mudah daripada mengukur nilai sebuah induktor. Rentang pengukuran untuk kapasitor lumayan luas, sehingga resolusinya menjadi lebih baik.

Kapasitor dan induktor terhubung dalam perhitungan reaktansi (dan karenanya impedansi). Kapasitor dan induktor juga dapat dihubungkan secara parallel/seri menjadi rangkaian LC ataupun RLC. Dengan memperhatikan fenomena resonansi, kita bisa mencari nilai L (induktor). Dengan bantuan osiloskop nilai frekuensi resonansi bisa dicari, dan karenanya nilai L bisa dihitung. Menetapkan komponen C (kapasitor) sebagai pembanding untuk mencari nilai L (induktor) jauh lebih praktis daripada pengaturan sebaliknya. Lebih gampang mendapatkan nilai C dengan akurasi dan resolusi yang baik daripada mencari nilai L dengan peralatan yang banyak tersedia di pasaran. Terutama untuk nilai L yang relatif kecil, misalnya 200 μH, 100 μH, 10 μH atau yang lebih kecil. Pencarian nilai L pada step-down transformer  untuk sistem elektronika jauh lebih mudah (dan lebih tepat dengan peralatan yang ada) karena nilai induktansi yang lebih besar (sesuai dengan range alat ukur).

Links:

+http://en.wikipedia.org/wiki/Capacitor

+http://www.howstuffworks.com/capacitor.htm

+http://www.technologystudent.com/elec1/capac1.htm

+http://en.wikipedia.org/wiki/Inductor

+http://electronics.howstuffworks.com/inductor.htm

+http://www.tdk.co.jp/tefe02/coil.htm

+http://www.coilcraft.com/

+http://www.murata.com/products/inductor/

+Jameco: inductor

+DigiKey: inductor

+Delta electronic:inductor

+http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_impedance

+http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_reactance

+http://en.wikipedia.org/wiki/Resonance

+http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_resonance

+https://en.wikipedia.org/wiki/LC_circuit

+http://www.electronics-tutorials.ws/accircuits/parallel-resonance.html

+http://www.allaboutcircuits.com/vol_2/chpt_6/2.html

Written by sunupradana

June 29, 2013 at 10:38 pm

Menyingkirkan clutter dari meja kerja untuk sesaat

leave a comment »

Memiliki meja kerja yang lapang di ruangan yang luas, plus peralatan yang lengkap dan tertata rapi adalah keinginan dan impian dari hobbyist, teknisi maupun engineer. Namun seperti yang umum terjadi kemewahan seperti itu hanya impian bagi sebagian orang, termasuk saya. Kenyataan harus dihadapi, bagaimana menata (mengelola) ruang yang terbatas untuk berbagai kegiatan adalah tantangan yang kadang tidak diajarkan di sekolah secara khusus :-).

Penataan yang melibatkan kotak-kotak penyimpanan untuk komponen dan peralatan akan coba dibahas lain kali.

Seringkali meja kerja kita perlu dipakai untuk berbagai kegiatan secara bergiliran, berbagai percobaan, berbagai eksperimen. Karena itu kadang perlu menyingkirkan untuk sementara benda-benda yang berada di atas meja. Ada yang perlu ditempatkan di dalam kotak plastik, semisal instrumen dan komponen yang tidak akan dipergunakan dalam jangka waktu agak lama. Kadang cukup ditempatkan di kotak kardus (seperti bekas kotak rim kertas atau mie) semisal kotak rangkaian, kabel-kabel. Kadang cukup ditaruh sementara di kantong plastik (kresek).

Saya biasanya menggunakan kantong plastik untuk memindah sementara benda-benda dari meja kerja yang terbatas, karena cara ini paling murah. Hanya saja perlu hati-hati, jangan sampai dalam keadaan sibuk/panik kantong plastik itu terbuang karena dikira sampah. Dalam keadaan sibuk atau konsentrasi pada hal lain, gampang sekali untuk lupa. Salah satu siasatnya adalah dengan membedakan antara warna kantong plastik komponen/alat dengan kantong plastik tempat sampah.

Hanya saja karena saya cenderung lupa maka saya mencoba cara lain. Untuk clutter yang jumlahnya tidak banyak, saya memanfaatkan plastik pelindung dokumen untuk tempat penyimpanan sementara. Plastik seperti ini sangat kecil kemungkinanya untuk tidak sengaja terbuang. Paling baik jika bisa tersedia ukuran folio, atau ukuran lain yang masih cukup untuk menyimpan benda-benda yang sementara tak terpakai di atas meja.

Demikianlah, kalau ada ide lain silahkan dibagi :-).

Written by sunupradana

June 29, 2013 at 5:02 pm

Kartu Smartfren 64K

leave a comment »

Ada pendapat yang menyatakan bahwa perbedaan antara kartu 32k dengan 64k hanyalah pada kapasitas memori, terutama seberapa nomor kontak bisa disimpan di dalamnya. Ada yang menyatakan bahwa tidak hanya berbeda di kapasitas nomor kontak saja tapi juga berpengaruh pada kecepatan akses. Jika hendak menelusuri masing-masing pendapat, silahkan langsung menuju bagian link dan menelusuri satu-satu :-).

Tanpa perlu perdebatan panjang, baik menurut sumber-sumber pembahasan teknis di Internet, pengalaman para pengguna maupun pengalaman saya sendiri setuju bahwa kecepatan akses dan transfet data Internet itu bergantung pada banyak hal, titik. Hanya karena jenis/fisik kartu diganti tidak berarti kecepatan transfer pasti akan berubah. Setidaknya transfer bergantung pada lokasi kita (cakupan jaringan), seberapa banyak orang/perangkat yang mengakses pada saat bersamaan, tipe paket data kita, kondisi perangkat & cuaca.

Secara kualitatif untuk rentang saat yang pendek, saya merasa bahwa kecepatan akses di dua modem saya mengalami perbaikan/peningkatan untuk jam akses yang sama setelah kartu Smartfren saya tukar dari 32k ke 64k. Kesimpulan ini tentu sementara sebab tanpa ratusan jam akses di banyak tempat di berbagai cuaca dengan berbagai perangkat maka kesimpulan ini prematur 🙂 Tentu saja bagi mereka yang ingin fokus meneliti, silahkan saja melakukannya. Saya sendiri akan mengupdate seiring waktu, so far so good.

Untuk menukar kartu Smartfren 32 k ke 64 k, cukup datang ke kantor pelayanan Smartfren. Di Jogja (Yogyakarta) saya datang ke Amplaz (Ambarukmo Plaza) untuk melakukan penukaran. Biaya penggantian sebesar lima ribu rupiah per kartu dan perlu membawa kartu identitas (misal KTP/SIM) untuk mereka foto copy. Kemudahan ini sangat membantu karena paket data Smartfren cenderung murah dan cukup lancar bila dibanding yang lain. Mungkin pengecualiannya adalah paket kenyang download dari 3 (Tri / Three). Jadi untuk skenario penggunaan, bisa jadi diperlukan paket data dan kartu/operator yang berbeda.

Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar (dengan membuka tab/halaman baru).

ZTE AC2726Haier CE81B, GMT+7, Connex EVO

Updates:

Haier CE81B, GMT+7, Connex EVO

Haier CE81B, GMT+7, Connex EVO

Haier CE81B, GMT+7, Connex EVO

Haier CE81B, GMT+7, Connex EVO

Haier CE81B, GMT+7, Connex EVO

 

Links:

+Apa bedanya kartu smartfren 32k sma 64k

+http://semapoet.blogspot.com/2012/08/apa-bedanya-kartu-smartfren-32k-sma-64k.html

+Mengenal dan Memilih Jenis-jenis Kartu SP Smartfren

+https://twitter.com/smartfrenworld/statuses/228343072436670464

+https://twitter.com/smartfrenworld/statuses/201532261697466368

+http://hp-cdma.blogspot.com/2012/05/smartfren-e781a-unlock-guide.html

+http://www.ehow.com/info_12168797_64-k-sim-card-vs-128-k-sim.html

+http://www.indiabroadband.net/bsnl-3g/35875-3g-speed-depend-sim.html

+http://www.askmefast.com/…which_sim_is_better_for_accessing_3g…html

+http://www.thinkdigit.com/forum/broadband-dth/161229-my-old-sim-android-doesnt-go-3g…html

Written by sunupradana

June 29, 2013 at 2:56 am