Pikir dan Rasa

cogito ergo sum

Mempermudah hidup dengan memanfaatkan GPS di telepon genggam, ini caranya

leave a comment »

Mungkin anda pernah merasakan bagaimana tantangan untuk memberi tahu suatu lokasi kepada orang yang belum pernah menelusuri kawasan yang anda beritahukan kepadanya. Sebaliknya mungkin juga anda pernah mengalami kesulitan untuk memahami petunjuk arah yang diberikan orang lain kepada anda. Dengan sains dan teknologi (juga mekanisme ekonomi) kesulitan semacam itu bisa sebagian dikurangi. Cara yang paling umum sekarang adalah dengan memanfaatkan GPS (Global Positioning System).

Lima tahun belakangan ini, konon, penetrasi pasar untuk telepon genggam begitu kuat. Bukan hanya hape (telepon genggam) dengan brand China atau lokal saja tapi juga kelas hape mahal semacam Blackberry dan iPhone. Dengan semakin banyaknya orang yang memiliki smartphone maka seharusnya banyak kegiatan dalam kehidupan yang sudah terbantu, termasuk soal “mencari alamat”. Sayang kan kalau punya smartphone/tablet/phablet mahal tapi hanya buat nelpon dan sms, sementara orang lain ngiler pengen punya🙂. Perangkat berteknologi tinggi ini punya potensi jauh lebih besar daipada sekedar hanya dijadikan asesoris penampilan, layaknya baju atau sepatu😀

Melalui artikel ini saya ingin berbagi cerita sedikit apa yang pernah saya alami tentang hal ihwal mencari alamat / lokasi. Saya menyampaikannya dalam bahasa yang saya pahami yaitu bahasa sederhana, semoga juga menjadi jelas bagi pembaca lainnya. Selalu ada saat pertama untuk segalannya.

 

A. Dengan laptop/notebook/laptop/PC

Mencari alamat/lokasi tidak selalu harus dimulai dengan komputer PC atau laptop dan sejenisnya, tapi saya kadang melakukannya. Alasannya sederhana komputer jenis ini umumnya lebih memiliki kemampuan prosesing dan memori yang lebih besar dari perangkat portabel lainnya, walau tentu tidak selalu. Dengan prosesor, memori, layar yang lebih besar dan koneksi Internet yang lumayan baik saya akan lebih mudah dan cepat untuk memperoleh alamat/lokasi yang saya inginkan.

Skenario paling umum adalah saya tidak memiliki informasi yang spesifik tentang tempat yang saya tuju. Misalnya saya ingin mencari toko-toko olahraga yang mungkin menjual barang yang saya perlukan. Skenario lain lagi misalnya saya hanya mengetahui nama sekolahnya, tapi tidak mengetahui info lainnya.

+Google.com, Bing.com
Keduanya adalah dua mesin pencari paling umum yang diduking oleh dua perusahaan besar, Google dan Microsoft. Mesin pencari seperti ini jarang saya gunakan kecuali informasi tentang tempat yang saya tuju sangat minim.

+Wikimapia.org

Kalau anda pernah menggunakan Google Maps, maka situs Wikimapia akan terasa sangat familiar. Sederhananya, Wikimapia adalah Google Maps dengan tags (dalam jumlah yang massive). Anda bahkan mungkin sekali menemukan tag yang serupa dengan “Rumah Bude Tini”🙂. Karena itu jika tempat yang anda cari bisa dikatakan cukup dikenal, maka kemungkinan besar akan ada orang yang sudah men-tag di sana.

Link>> Wikimapia

Di situs Wikimapia kita bisa memilih beberapa overlay peta, semisal dari Google, dari Bing atau dari OpenStreetMap. Secara umum peta yang menggunakan foto satelit akan terasa lebih berat dan lama untuk loading.

Pada contoh ini dengan menggunakan kata kunci Muhammadiyah, saya memperoleh beberapa kemungkinan tempat. Selanjutnya saya menggunakan kantor DPP Muhammadiyah sebagai tempat yang akan dituju.

Keterangan lebih lengkap bisa didapat jika kita mengklik lokasi pada peta. Untuk contoh ini kita bisa memperoleh alamat jalan dan titik koordinat dari kantor DPP Muhammadiyah. Pada overlay peta kita juga bebas memilih (klik) lokasi-lokasi lain yang telah ditandai (biasanya berwarna kuning) untuk mendapatkan informasi mengenai tempat/lokasi itu.

 

Wikimapia bisa diakses di telepon genggam melalui browser (contohnya Dolphin). Jika anda izinkan Wikimapia dengan bantuan GPS akan memberitahukan posisi anda di peta.

 

+Foursquare.com
Tidak ada Yelp, tidak masalah. Lebih sering anda menemukan tempat yang anda cari, semisal warung & restoran vegetarian yang enak melalui Foursquare. Situs yang dilengkapi aplikasi ini (anda bisa mencarinya di Google Play) mengandalkan para mengguna sebagai agen mata-mata. Karena itu akan lebih banyak kemungkinan tempat yang anda cari sudah pernah ditag (ditandai) di situs ini. Link >> Foursquare

Contoh, mencari warung vegeratian di Jogja

+Google Map

Tidak banyak yang bisa diungkapkan lebih lanjut tentang situs ini. Google merevolusi penggunaan peta digital secara massive dan online melalui situs ini. Dengan manggunakan bantuan layer anda akan memperoleh informasi lebih banyak. Tapi paling tidak anda akan dengan mudah menemui lokasi hotel, rumah sakit dan tempat-tempat yang sudah terkenal (diketahui banyak orang selain anda, hehehe).

Link >> Google Maps

Google Maps Labs (silahkan mencari dengan Google untuk info lebih jauh)

 

Jika anda mengaktifkan Google Maps Labs, anda bisa mengaktifkan beberapa fasilitas seperti LatLng Tooltip dan LatLng Marker. Misalnya anda bisa mendapatkan data mengenai koordinat dengan Drop LatLng Marker.

 

Dalam contoh ini saya ingin mengetahui koordinat Tugu Jogja. Sebaliknya, jika kita memperoleh titik koordinat maka untuk mencari lokasi titik itu di peta kita bisa langsung memasukkannya ke search box (kotak masukkan untuk mencari) Google Maps seperti layaknya kita biasa mencari informasi melalui mesin pencari Google .

 

Pada contoh ini saya menggunakan pilihan fasilitas “What’s here?” dan karena saya mengaktifkan LatLng Tooltip pada Maps Labs, saya bisa memperoleh koordinat sebagai tooltip.

 

Klik pada panah hijau akan memberikan koordinat dalam dua format yang bebas dipilih untuk dipergunakan. Dari sini kita bisa memilih untuk menyimpan titik koordinat ini dengan memilih “Save to map”.

 

Jika kita memiliki beberapa peta, kita bisa memilih ke peta yang mana titik koordinat ini akan disimpan.

 

Titik koordinat sudah saya simpan di salah satu peta yang saya buat sebelumnya. Nama lokasi sudah saya ganti dari titik koordinat menjadi Tugu Jogja.

 

Tempat-tempat yang cukup dikenal biasanya sudah ada secara default di Google Maps

 

+Beberapa situs lain seperti http://www.openstreetmap.org/, http://www.trackpacking.com/, http://oust.me/

Sebagai catatan hampir semua situs di atas dapat diakses dari perangkat mobile, hanya saja harus dilengkapi dengan modal sabar🙂

B. Aplikasi Android

Beberapa aplikasi GPS di Android

+Google Maps
Aplikasi ini sebetulnya memerlukan koneksi ke Internet untuk beroperasi dengan baik dan lancar, terutama jika anda bernavigasi untuk jarak yang jauh. Koneksi ke Intertnet diperlukan karena berbeda dengan app semacam OsmAnd, Google Maps mengunduh peta secara reguler, lagi pula tak semua wilayah bisa disimpan secara offline (silahkan coba). Hanya saja saya menemukan kadang untuk level zoom yang sama sisa peta sebelumnya yang dipergunakan (cached) masih bisa dipakai walau tak terkoneksi ke Internet.

Google Maps dari telepon genggam. Untuk contoh ini masih bisa dipergunakan walaupun tidak terhubung ke Internet. Barangkali karena masih ada data peta yang tersimpat (cached).

Masih bisa berfungsi, untuk contoh ini, walau sudah di-zoom dan tidak terkoneksi ke Internet.

 

+Waze
Ini aplikasi yang perusahaannya cukup membuat heboh setelah dibeli oleh Google. Jadi anda bisa yakin ini aplikasi GPS yang “serius”. Hal yang menarik dari Waze adalah karena filosofi Waze berbasis pada input dari komunitas penggunanya. Misalnya pengguna bisa melaporkan (memberi tanda pada peta) adanya kemacetan atau lakalantas. Hal paling sederhana yang saya sukai dari Waze adalah karena walapun handset dalam keadaan standby (layar gelap) tampaknya Waze tetap memelihara GPS locking sehingga posisi saat terakhir akan langsung diketahui. Berbeda dengan OsmAnd misalnya, yang perlu beberapa detik untuk kembali mengunci posisi terakhir jika handset sempat berada dalam keadaan standby.

Download dari Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.waze

Screenshot lokasi saya (real-time).

Aplikasi GPS Waze memungkinkan kita saling berbagi mengenai segala hal yang berkaitan dengan navigasi dan berkendara di jalan.

Ini contoh bagaimana saya bisa mengetahui bahwa seorang pengguna melaporkan adanya kemacetan lalu lintas yang berjarak sekitar 4.7 Km dari tempat saya saat itu berada.

Waze bisa digunakan secara offline (tanpa terkoneksi Internet), tetapi jika kita online kita bisa melaporkan berbagai hal mengenai navigasi, kondisi jalan dan peta.

Walau secara penuh bisa kita pergunakan dalam kondisi offline, kita perlu terhubung ke Internet (lewat 3G/GPRS/WiFi) jika ingin melaporkan sesuatu.

POI. Mencari berbagai tempat yang umum dan penting tidak lagi sulit🙂

Kita bisa menandai dan menyimpan banyak lokasi sebagai favorites.

 

+OsmAnd
Aplikasi OsmAnd berbasis pada peta offline dari OpenStreetMap. Aplikasi OsmAnd adalah aplikasi yang paling gampang untuk mengetahui titik koordinat secara manual, terutama bia dibandingkan dengan aplikasi Waze. Untuk lebih lanjut tentang OsmAnd saya telah mencoba membuat artikel di sini: https://pikirsa.wordpress.com/2013/06/23/menggunakan-gps-dengan-osmand/

Tampilan muka

Untuk download app dari Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=net.osmand

C. Lain-lain

Salah satu permasalahan dengan GPS adalah soal akurasinya. Kalau sedang beruntung dengan peralatan dan cuaca yang baik saya bisa mendapatkan akurasi sekitar 5~3 meter walaupun dengan telepon genggam yang relatif murah, kelas pemula. Tetapi sering juga akurasi hanya bisa antara 30 meter sampai 20 meter. Terutama jika menggunakan hape brand lokal yang segmen relatif murah meriah. Karena itu sebagai antisipasi, jika anda menerima koordinat dari orang lain ada baiknya meminta sedikit info tambahan. Misalnya nama gang, warna cat pagar atau tembok, dst.

Sesekali kita mungkin perlu melakukan konversi dari satu format koordinat ke format yang lain. Untuk mudahnya kita bisa memanfaatkan situs-situs yang bisa membantu kita melakukan  konversi secara online. Misalnya:

http://transition.fcc.gov/mb/audio/bickel/DDDMMSS-decimal.html

http://boulter.com/gps/

http://www.earthpoint.us/Convert.aspx

Demikianlah, sekarang ini dengan peralatan telepon genggam yang memadai kita bisa mengirim/menerima koordinat seperti layaknya kita bisa (biasa) mengirim kontak (nomor telepon seseorang) kepada orang/hape lain. Jadi alih-alih memberikan keterangan panjang lebar mengenai suatu tempat yang hendak dituju, kita bisa memberikan koordinat dan sedikit tambahan keterangan secukupnya. Koordinat bisa dikirim lewat sms atau email, dan jika yang mengirim dan yang menerima sama-sama memiliki aplikasi Waze/OsmAnd di peralatannya maka prosesnya akan lebih cepat. Penerima bisa langsung membuka link koordinat dengan aplikasi tersebut.

Tidak lagi ada alasan untuk tidak bisa memanfaatkan fasilitas GPS jika kita memang memilikinya di perangkat kita.  Teknologi itu satu hal, tapi kemauan untuk memperlajari bagaimana memanfaatkan teknologi itu satu hal yang lain. Memanfaatkan tentu perlu disesuaikan dengan keperluan kita.

Selamat bertukar koordinat, selamat menjelajah dan jangan lupa saling berbagi!🙂

 

 

Links:

https://en.wikipedia.org/wiki/Global_Positioning_System

https://en.wikipedia.org/wiki/Satellite_navigation

https://en.wikipedia.org/wiki/Point_of_interest

http://www.waze.com/

http://osmand.net/

http://wiki.openstreetmap.org/wiki/OsmAnd

http://alternativeto.net/software/osmand/?platform=iphone

48% Pengguna Indonesia Buka Internet Lewat Ponsel

Cross Mobile Penetrasi Pasar Ponsel di KTI

Pabrik Foxconn Semakin Dekat

BlackBerry Z10 Dibanderol Rp 6,999 Juta

Penjualan Blackberry Z10 capai satu juta unit

Tantangan Berat Industri Seluler (di) Indonesia

Written by sunupradana

June 24, 2013 at 9:14 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: